https://jurnal.updkediri.ac.id/index.php/subset/issue/feed SUBSET - Jurnal Pendidikan Matematika dan Terapan 2026-09-02T08:26:56+07:00 LPPM Universitas Pawyatan Daha jurnal@updkediri.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Jurnal SUBSET</strong> adalah sebuah jurnal dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pawyatan Daha yang berisi tulisan ilmiah yang membahas berbagai aspek dari pendidikan matematika. Seperti teori belajar, metode mengajar, strategi pembelajaran yang efektif, dan lain sebagainya. <strong>Jurnal SUBSET</strong> juga berisi hasil penelitian atau studi kasus tentang pendidikan matematika, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan dalam bidang Pendidikan Matematika.</p> https://jurnal.updkediri.ac.id/index.php/subset/article/view/235 ANALISIS GAYA MENGAJAR CALON GURU MATEMATIKA BERDASARKAN KEMAMPUAN AKADEMIK DALAM PRAKTIK PEMBELAJARAN 2026-09-02T08:19:50+07:00 Dimas Adi Prabowo dimasngt97@gmail.com Edi Purwanto edi91purwanto@gmail.com Kharisma Disti Winsaputri kharismadistiw@gmail.com <p>Pendidikan matematika memerlukan peran guru yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memiliki gaya mengajar yang efektif. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan gaya mengajar calon guru matematika yang diduga berkaitan dengan kemampuan akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi gaya mengajar calon guru matematika serta keterkaitannya dengan kemampuan akademik yang dimiliki. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa calon guru matematika dari Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Pawyatan Daha Kediri dengan kategori kemampuan akademik tinggi, sedang, dan rendah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kemampuan akademik tinggi cenderung menggunakan gaya mengajar inovatif dan interaktif, seperti diskusi, problem-based learning, dan penggunaan media digital. Mahasiswa dengan kemampuan akademik sedang menunjukkan gaya mengajar yang fleksibel namun belum konsisten, sedangkan mahasiswa dengan kemampuan akademik rendah cenderung menggunakan gaya mengajar konvensional berbasis ceramah. Selain itu, refleksi diri dan kepercayaan diri juga berperan dalam pembentukan gaya mengajar yang efektif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan akademik berpengaruh terhadap variasi gaya mengajar calon guru matematika, namun tidak menjadi satu-satunya faktor penentu.</p> 2026-05-20T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 SUBSET - Jurnal Pendidikan Matematika dan Terapan https://jurnal.updkediri.ac.id/index.php/subset/article/view/236 PROSES BERPIKIR MATEMATIS SISWA PADA PEMECAHAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL: KAJIAN TAHAPAN POLYA DAN INDIKATOR SPECIALIZING-GENERALIZING-CONJECTURING-CONVINCING DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF 2026-09-02T08:26:56+07:00 Silvi Mukhlisatul Jami’ah silvimukhlisatul5@gmail.com Nita Fatma Fauziah nitafauziah830@gmail.com Feny Eka Nuryanti fenyekanuryanti@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir matematis siswa berdasarkan gaya <em>Field Independent</em> (<em>FI</em>) dan <em>Field Dependent (FD)</em> dalam memecahkan masalah matematika materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif untuk memahami secara mendalam fenomena proses berpikir matematis siswa. Subjek penelitian adalah 4 siswa kelas X di SMK Pawyatan Daha Kediri 3 yang terdiri dari 2 (dua) siswa <em>FI</em> dan 2 siswa <em>FD</em> yang ditentukan melalui tes <em>Group Embedded Figures Test</em> (GEFT) dengan mempertimbangkan kemampuan komunikasinya. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara, yang dianalisis berdasarkan tahapan Polya dan indikator berpikir matematis Stacey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap memahami masalah dan merencanakan strategi, keduanya mampu memaknai informasi soal dan menerjemahkannya ke dalam model matematika yang benar, meski dengan intensitas membaca ulang yang berbeda. Perbedaan baru tampak jelas pada tahap melaksanakan strategi, di mana subjek FI mempertahankan proses algoritmik yang runtut dan dapat ditelusuri (<em>generalizing</em>), sedangkan subjek FD cenderung melakukan penerkaan hasil akhir tanpa jejak proses yang konsisten (<em>conjecturing</em> tanpa <em>generalizing</em>). Perbedaan paling tajam terjadi pada tahap mengevaluasi solusi, di mana subjek FI secara konsisten melakukan pengecekan ulang dan merumuskan kesimpulan yang tepat, sementara subjek FD tidak melakukannya sehingga gagal mendeteksi kejanggalan pada hasil akhirnya sendiri.</p> 2026-05-20T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 SUBSET - Jurnal Pendidikan Matematika dan Terapan