http://jurnal.updkediri.ac.id/index.php/subset/issue/feed SUBSET - Jurnal Pendidikan Matematika dan Terapan 2022-12-14T11:13:10+07:00 LPPM Universitas Pawyatan Daha jurnal@updkediri.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Jurnal SUBSET</strong> adalah sebuah jurnal dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pawyatan Daha yang berisi tulisan ilmiah yang membahas berbagai aspek dari pendidikan matematika. Seperti teori belajar, metode mengajar, strategi pembelajaran yang efektif, dan lain sebagainya. <strong>Jurnal SUBSET</strong> juga berisi hasil penelitian atau studi kasus tentang pendidikan matematika, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan dalam bidang Pendidikan Matematika.</p> http://jurnal.updkediri.ac.id/index.php/subset/article/view/10 LEARNING OBSTACLE PADA PEMBELAJARAN ARITMETIKA SOSIAL PADA SISWA KELAS VII 2022-12-13T13:55:43+07:00 Kharisma Disti Winsaputri kharismadisti@gmail.com <p>Learning obstacle adalah suatu hambatan belajar atau kesulitan belajar yang dialami oleh siswa dalam suatu proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui learning obstacle yang dialami siswa pada materi aritmetika sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui tes dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A di SMPN 1 Ngantang. Tes yang diberikan terdiri dari 4 soal uraian mengenai materi aritmetika sosial. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh Tiga <em>learning obstacle</em> yang termasuk dalam ontogenical obstacle dan epistemological obstacle. Learning obstacle tersebut yaitu (1) rendahnya kemampuan siswa dalam menafsirkan soal, (2) siswa belum mampu membuat pemodelan matematika, (3) dan kesalahan siswa dalam melakukan operasi hitung.</p> 2022-12-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 SUBSET - Jurnal Pendidikan Matematika dan Terapan http://jurnal.updkediri.ac.id/index.php/subset/article/view/11 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI ANDROID PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT DAN SEGITIGA 2022-12-13T14:17:11+07:00 Nita Fatma Fauziah nitafauziah830@gmail.com Eva Nur Chabib evanurchabib3@gmail.com <p>Media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk membantu proses belajar mengajar. Dengan menerapkan strategi dan media pembelajaran yang baik diharapkan mampu meningkatkan minat, motivasi dan pemahaman siswa pada proses pembelajaran matematika. Media pembelajaran harus dapat mengikuti perkembangan media digital dimana dalam media tersebut memuat materi yang perlu disampaikan.&nbsp; Salah satu media yang dapat dikembangkan adalah media Aplikasi Pembelajaran Matematika pada pokok bahasan Segiempat dan Segitiga. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran Segiempat dan segitiga yang valid, dan praktis. Model pengembangan media pembelajaran mengacu pada model Borg dan Gall (1983) yang terdiri atas fase format produk awal, fase uji coba awal, fase revisi produk, fase uji coba lapangan, fase revisi produk, fase uji lapangan, fase revisi produk akhir. Berdasarkan analisis data pengembangan diperoleh hasil bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid, dan praktis.</p> 2022-12-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 SUBSET - Jurnal Pendidikan Matematika dan Terapan http://jurnal.updkediri.ac.id/index.php/subset/article/view/12 Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Perbandingan Trigonometri Berdasarkan Tahapan Analisis Kesalahan Newman 2022-12-13T14:34:37+07:00 Arum Sulistyo Pawestri arumsulistyopawestri@yahoo.com <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk&nbsp; mendeskripsikan&nbsp; tipe dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah perbandingan trigonometri berdasarkan tahapan analisis Newman. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatitf. Subjek penelitian adalah 6 siswa dari 33 siswa kelas X-IPS 5 SMA Negeri 1 Rejotangan Tulungagung,yang tiap 2 siswa mewakili kelompok berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui tes dan wawancara. Analisis kesalahan Newman terdiri dari 5 tipe kesalahan, yaitu kesalahan membaca,, memahami soal, transformasi, ketrampilan proses dan <em>encoding</em>. Kesalahan yang dilakukan oleh kelompok berkemampuan tinggi adalah kesalahan ketrampilan proses dan <em>encoding</em> ; kesalahan yang dilakukan oleh kelompok berkemampuan sedang adalah kesalahan transformasi dan ketrampilan proses, sedangkan kesalahan kelompok berkemampuan rendah adalah memahami soal, transformasi, ketrampilan proses, dan <em>encoding</em>. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui penyebab tiap kesalahan adalah: kesalahan memahami soal berarti siswa tidak dapat menjelaskan apa yang diketahui dengan tepat;&nbsp; kesalahan transformasi berarti siswa tidak mengetahui dengan baik konsep apa yang digunakan untuk menyelesaikan masalah; kesalahan ketrampilan proses berarti siswa tidak memahami operasi matematika dengan baik, kesalahan <em>encoding</em> saat siswa tidak menuliskan kesimpulan dengan benar. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberi saran untuk : 1) Meningkatkan pemahaman rumus, siswa sebaiknya memahami, tidak sekedar menghafal; 2) Meningkatkan kemampuan siswa dalam proses penghitungan, siswa&nbsp; sebaiknya banyak mengerjakan latihan soal.</p> 2022-12-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 SUBSET - Jurnal Pendidikan Matematika dan Terapan http://jurnal.updkediri.ac.id/index.php/subset/article/view/14 ANALISIS PROSES BERPIKIR MATEMATIS SISWA PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL 2022-12-14T11:13:10+07:00 Feny Eka Nuryanti fenyekacancer@gmail.com <p>Berpikir matematis memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, terutama dalam pembelajaran matematika. Berpikir Matematis adalah sebuah proses yang dinamis, dengan memungkinkan kita untuk meningkatkan kompleksitas ide-ide&nbsp; sehingga kita dapat menangani, memperluas pemahaman kita. Tahapan berpikir matematis adalah mengkhususkan (spesialisasi, memperhatikan beberapa kasus khusus atau contoh), generalisasi (fokus pada kelompok contoh yang lebih banyak, mencari pola dan hubungan), memprediksi (membuat tebakan tentang masalah yang dihadapi, meramalkan hubungan dan hasil) dan meyakinkan (membangun keyakinan tentang pemahaman yang telah dibangun, mencari dan mengkomunikasikan alasan mengapa sesuatu itu benar).</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Untuk analisis proses berpikir matematis siswa dibutuhkan Instrumen untuk mengetahui bagaimana siswa melalui tahapan indikator Berpikir Matematis yaitu dengan cara observasi, tes, dan wawancara mendalam. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa Pelaksanaan Model Pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> yang dilakukan oleh guru berjalan dengan sangat baik dengan persentase sebesar 90% dan kegiatan siswa juga dilakukan dengan baik mengikuti petunjuk guru dengan persentase sebesar 85%, sehingga dapat diketahui terdapat siswa dengan 3 kategori, yaitu siswa dengan kemampuan tinggi, sedang, rendah. Dalam proses analisis dipilih satu siswa pada setiap kategori. Siswa dengan kemampuan tinggi memiliki kemampuan proses berpikir matematis yang sangat baik yaitu mampu menyelesaikan masalah SPLDV dengan persentase sebesar 95% sesuai indikator. Hal ini terjadi karena siswa dengan kemampuan tinggi lebih memahami masalah yang disajikan terlihat dari siswa mampu menuliskan semua informasi yang terdapat di soal sehingga dapat melakukan tahapan proses berpikir matematis sesuai langkah- langkah. Siswa dengan kemampuan sedang memiliki kemampuan proses berpikir matematis yang cukup baik dengan persentase sebesar 85%, karena tahapan yang dilalui siswa dengan kemampuan sedang masih kurang lengkap. Sedangkan siswa dengan kemampuan rendah memiliki kemampuan proses berpikir matematis yang kurang baik dengan persentase sebesar 50% karena hanya mampu menuliskan informasi pada soal.</p> 2022-12-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 SUBSET - Jurnal Pendidikan Matematika dan Terapan http://jurnal.updkediri.ac.id/index.php/subset/article/view/13 KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA OPERASI BILANGAN BULAT 2022-12-13T14:44:03+07:00 Makmun Solehudin solehudinmakmun@gmail.com Edi Purwanto edi91purwanto@gmail.com <p>Peserta didik SMP pada umumnya kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Kesulitan ini dapat disebabkan peserta didik belum mampu menggunakan kemampuan penalaran matematis yang dimiliki. Penelitian ini merupakan suatu kajian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis peserta didik SMP dalam menyelesaikan soal cerita operasi bilangan bulat. Subjek penelitian terdiri dari dua peserta didik yang dipilih dari 29 peserta didik kelas VII-A SMP Al Huda Kota Kediri, masing-masing mewakili kemampuan tinggi dan kemampuan rendah. Penelitian menggunakan pendekatan deskritif kualitatif. Instrumen data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan penalaran matematis dan wawancara. Hasil analisis didasarkan pada indikator penalaran matematis, yaitu (1) mengajukan dugaan, (2) membuktikan dugaan, (3) menentukan pola, dan (4) menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemampuan tinggi mampu melalui semua indikator penalaran matematis. Sedangkan peserta didik dengan kemampuan rendah hanya mampu melalui satu indikator dari seluruh indikator penalaran matematis.</p> 2022-12-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 SUBSET - Jurnal Pendidikan Matematika dan Terapan